Pengaruh Budaya Organisasi Dan Work-Life Balance Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa Dan Daerah Tertinggal
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan work-life balance terhadap kinerja pegawai, dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi, pada Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (Pusat PPMDDT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 110 pegawai yang memiliki masa kerja minimal tiga tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja pegawai, sedangkan work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Budaya organisasi dan work-life balance masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, yang selanjutnya juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Motivasi kerja terbukti memediasi secara penuh pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai, serta memediasi secara parsial pengaruh work-life balance terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi kerja memiliki peran sentral sebagai penghubung antara budaya organisasi dan keseimbangan kehidupan kerja dengan peningkatan kinerja pegawai. Implikasinya, peningkatan kinerja pegawai di Pusat PPMDDT perlu diupayakan secara terintegrasi melalui penguatan budaya organisasi, kebijakan work-life balance, dan strategi peningkatan motivasi kerja yang berkelanjutan.
Downloads
Copyright (c) 2026 Mahdianoor Artati, Aam Bastaman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.















