ANALISIS MANAJEMEN BAGI HASIL ANTARA SHAHIBUL MAAL DAN MUDHARIB PADA PETERNAK IKAN PATIN DI DESA TELUK KETAPANG KECAMATAN PEMAYUNG
Abstract
Usaha budidaya ikan patin merupakan salah satu sektor ekonomi produktif yang berkembang di Desa Teluk Ketapang Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari. Keterbatasan modal yang dihadapi sebagian peternak mendorong terbentuknya kerja sama antara pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola usaha (mudharib) melalui mekanisme bagi hasil yang sejalan dengan akad mudharabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme manajemen bagi hasil yang diterapkan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip hukum Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang terdiri atas shahibul maal, mudharib, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bagi hasil dilaksanakan berdasarkan kesepakatan antara kedua pihak dengan pembagian keuntungan menggunakan nisbah yang telah ditentukan. Faktor pendukung meliputi kepercayaan, pengalaman pengelola usaha, ketersediaan sumber daya air, dan tingginya permintaan pasar. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kenaikan harga pakan, risiko kematian ikan, fluktuasi harga jual, lemahnya administrasi usaha, dan belum adanya akad tertulis. Ditinjau dari hukum Islam, praktik yang berlangsung telah memenuhi unsur dasar akad mudharabah, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek transparansi dan dokumentasi akad
Copyright (c) 2026 Tasya Ananda, Hansen Rusliani, Syahril Ahmad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













